KETIKA ALLOH SUDAH BOSAN DENGAN KITA

Kalau dibilang belum menemukan ide tulisan mungkin bisa dikatakan “ya”. Di antara berbagai ide yang agak berat untuk direalisasikan, entah itu ide bisnis, atau pun ide untuk menulis blog. Kali ini saya mendapatkan sebuah tulisan menarik agar kita selalu kembali kepada Alloh.

Intinya tentang rezeki, dan bagaimana agar Alloh selalu senang dengan kita. Satu hal yang pasti, sebelum Alloh mencari kita, kitalah yang harus selalu sedia dalam kondisi apa pun.

Tulisan Asphalt Streets tanggal 10 Maret pukul 08.56, semoga bisa memberi manfaat dan makna untuk kita, sebagai berikut:

===================================

*GUSTI ALLAH wis BOSAN karo SAMPEYAN... ???*


Seorang driver taksi online bertanya pada seorang Ustadz yang kebetulan jadi penumpang nya hari itu.

"Pak ustad, kenapa ya. Saya kok merasa susah dan penuh masalah. Cari rizki sulit, orderan sepi, cari penumpang susah, insentif semakin kecil, pokoknya masa depan suram hidup saya.

Saya juga merasa jenuh dengan hidup saya yang begini2 aja..! Terasa hambar, tak ada arahnya, dan tak ada nikmatnya. Bosan saya ustadz. *Saya ingin bahagia tapi kenapa susah sekali ya?"*

"Oooo..! Mungkin saat ini *Allah juga lagi BOSAN dengan sampean.*"
"Hahh! Allah bosan dengan saya ? Maksudnya bagaimana ustadz?", tanya si driver taksi online itu
"Mungkin Allah capek mencari sampean, Cak... Sebab dicari kesana kemari tapi sampean tak pernah ditemukan."

KETIKA ALLOH SUDAH BOSAN DENGAN KITA


Setelah berhenti sejenak, ustadz tersebut melanjutkan,
"Sampean dicari oleh Allah di antara kumpulan orang yang sholat berjamaah di masjid, tidak ada.
Dicari di antara kumpulan DHUHA, sampean juga tak ada.
Dicari di antara kumpulan TAHAJJUD juga tak ada
Dicari di antara kumpulan PUASA sunah yo blass ra tau, *mangan tok ae bendino.*
Dicari di antara kumpulan SEDEKAH juga tak kelihatan batang irungmu.
Dicari di antara kumpulan TADARUSAN Qur'an, sampean juga tak nampak di sana.
Dicari di antara kumpulan orang orang yang UMROH, *niat pun sampean tidak punya.*
Driver taksi online itu diam menunduk, ia merasa seperti ada sesuatu yang menohok relung hatinya.

Si ustadz melanjutkan...
"Sampean dicari Allah di antara orang² yang *tepat waktu SHOLATNYA,* sampean juga tak ada. *Malah sholat sampean kerjakan paling belakang dibanding aktivitas lainnya.*

Memangnya siapa yang ngasih waktu dan umur pada sampean.
Dicari di antara ahli SHOLAWAT pun tak ada.
Dicari di antara yang MENUNTUT ILMU (agama/pengajian/ta'lim), yo ora ono blass.
Dicari di antara orang yang mengamalkan dan menegakkan SILATURRAHIM, sampean yo ra ono. *Mbuleeet2 wae nang omah, sok sibuk... sok repot... ngutak-ngatik sing kurang manfaat*
Terus Allah mau mencari sampean di mana lagi? Coba sampean beritahu..!

Driver taksi online itu diam.
"Bicaralah ... ngomongo, Ojo meneng wae', " ucap ustadz itu
Maka menangislah si driver taksi online tadi. Sambil mengusap airmatanya yang bercucuran, seperti cucuran air hujan yang meresap lewat genteng bocor, ia lalu ber-Istighfar.

"Tobat... Ustadz....tobat kulo"
*"Hidup itu sederhana, Cak"...*
*"Kalau kita memprioritaskan Allah..., Dia pun pasti memprioritaskan kita."*
...Monggo koreksi diri, mumpung masih ada waktu..._ ⏱
termasuk koreksi untuk diri saya sendiri.😇


Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter